Di suatu dimensi yang lain, aku masih anak muda yang segar dengan pemikiran dan idea yang cerah seperti sedang melihat utopia. Atau boleh juga aku pilih untuk menjadi seorang anak muda yang menyusur jalan di pinggir hutan sambil menari-nari bersama bayanganku dan tatkala hujan gerimis, aku menyambutnya dengan senyum manis. Lalu di tepi jendela, dengan mejaku yang menghadap ke luar jendela yang menghijau dengan pepohon, aku menuliskan bait-bait cintaku yang diturunkan dari langit. Ilham dari Allah Yang Maha Agung dan Maha Mengetahui segalanya.
Begitulah aku dengan dunia dua dimensi ku. Terkadang aku ingin mencari kunci ke alam yang lagi satu dengan segera apabila dunia yang satu lagi kalut atau penuh kepuraan.
Di dunia yang satu lagi, aku menemui keindahan dalam jiwa. Perasaan aku bertukar menjadi bunga yang mekar dan berwarna. Yippaa....dan bibirku jadi merah kemilau seperti bibir Andrea yang manis setelah meninggalkan Miranda di hadapan 'fountain on the Place de la Concorde'. ..ahaks...layan kan saja..
0 comments:
Post a Comment