Thursday, July 03, 2008

Sindrom Takut

Hidup ini penuh dengan ketidaktentuan. Sabagai muslim kita percaya qada' dan qadar. Namun aku tak akan berhenti bertanya diri sendiri apa akan jadi pada diri ku, keluarga ku dan masa depan ku. Sindrom takut ini merejam hati. Apatah lagi bila ada khabar angin yang maha deras mengatakan kakitangan yang tidak menetap-netap (kontrak) mungkin tidak disambung. Begitulah hidup. Adikuasa yang mengaku pembela hanya membela urusan politik.
Milik siapa rakus itu
Ia milik semua manusia
Yang hanya memandang kuasa tanpa cinta

No comments: