Tuesday, October 25, 2005

Teman

Namanya teman tetapi hanya menyakiti hati
Namanya teman tetapi tidak sudi memahami
Namanya teman tetapi suka membanding diri

Apa guna adanya teman jika bicara bagai duri
Apa guna adanya teman jika menambah guris di hati
Apa guna adanya teman jika mencambah jiwa yang iri

Biar ku berkelana seorangan tanpa teman di sisi
Biar ku meraih rindu hanya pada Ilahi Yang Maha Mengasihi



25 Oktober 2005 / 21 Ramadhan 1426

Aku bukan sengaja menjauhi mu. Tetapi bicara lidah mu tanpa mu sedari selalu melukakan. Aku tidak mampu untuk berkongsi suka duka ku dengan mu, kerana aku pasti kau tidak mudah mengerti jiwa insan seperti ku. Segalanya sudah berubah, begitu juga persahabatan ini. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk mu. Cuma hadir mu masih lagi melukakan. Teman, biarkan aku sendiri, itulah yang terbaik.

5 comments:

zalisa said...

teman,
kadang2 mmg kita begitu. tapi... kehilangan seorang sahabat yg sering menyakiti adakalanya lebih baik...

Latiptalib said...

tersentuh rasa hati membaca puisi ini sebab saya juga pernah merasainya.

kita senasib rupanya

syed syahrul zarizi said...

kawan-kawan tak baik lawan

zino said...

dalam dunia ni ada macam macam jenis teman..

banyak teman ketawa dan sangat sedikit teman menangis..

Tok Rimau said...

Teman ku bertanya

"Lawa tak beg I?"

Aku menjawab

"Hari ini aku berpuasa. Aku tidak boleh berbohong."

Tetap hatinya terguris.