Friday, September 09, 2005

Waktu

Seringkali aku marah pada waktu
Yang tidak setia pada ku
Hakikatnya akulah yang tidak setia
Pada lembaran hariku

Ketika aku leka daripadanya
Ia terus meninggalkan ku
Tercicir aku dari laluannya
Tersentak aku kali ini

Parut sesal melukai wajahku
Namun aku masih belum sedar
Aku leka sehinggalah akhirnya waktu
Telah mempermainkan diriku

Tersedar ku dari lamunan
aku jadi insan penghitung masa
Dan insan yang menyesal

Waktu tetap setia
Tidak seperti ku
Waktu tetap setia pada perjalanannya
Berdetik, bergerak, berjalan dan beredar

Waktu setia sepanjang usianya
Manusia yang akur pada waktu
Adalah manusia yangbersyukur
Atas limpah kurnia-Nya


4A3, 1995

No comments: